Chapter 21

————- -Russel Heard Benedic Pov-           Setelah selesai membaca semua berkas dengan teliti dan menanda tanganinya aku  kembali memfokuskan diriku ke Jasmine.  Dia seperti bosan menungguku,  ia  menompang dagunya dengan satu tangan. Tangan lainnya memainkan iPhonenya.       Baru aku sadari dia mengenakan Denim Jeans berwarna biru pucat lembut dan White blouse yang tipis menampakkan […]

Read more "Chapter 21"

Chapter 22

This.. Claudia Jasmine Pov..  Dulu pikiranku slalu bilang kutahu kau ada dimana dan dimana aku bisa menemukanmu.  tapi aku hanya diam, memendam prasaan gila ini. Dulu selalu kukira aku kan siap dan cukup kuat untuk hanya memendamnya saja. Dan terkadang aku merasa hampir putus asa, memendam prasaan itu begitu sakit.  Tapi kau muncul entah dari sudut yang […]

Read more "Chapter 22"

Chapter 23

================= This… Benedict Pov              “Bagun bangun banguuuun haha bangun sayang” Jasmine menciumi pipiku berulang kali.               “Jasmine” geramku karena dia mulai lagi mengagguku               “Ya..“  ia berbisik dan tersenyum. Aku mencoba untuk sadar dari rasa ngantuk yang begitu terasa berat. Mengusap satu mataku Dia kembali tertawa geli. “Bagun Ben Banguun” kembali mencium  wajahku.              […]

Read more "Chapter 23"

Chapter 24

curhatan tentang penerbit itu.. itu Author apus ya =))).  Untuk pertama kalinya nih aku  tanya pendapat para penggemar Cj langsung. Menurut kamu cerita Claudia Jasmine dan Ben ini ada adegan uhuk.. uhuk nya itu atau langsung di skip aja?  Contoh: Mereka melakukan malam malam trus di skip langsung ke pagi.. gimana? Atau maunya gimana? Ikut […]

Read more "Chapter 24"

Chapter 25

           Aku memakai pakain casual dan makeup tipis di wajahku, memakai sepatu boots coklat rancangan dari Chris Louboutin. Hari ini adalah jadwal untuk pemotretan dengan merek Ralph Lauren. Setelah beberapa lama aku memutuskan kontrak sepihak karena bagun kesiangan. Pihak mereka kembali mengontak Aline untuk menandatangagi kontrak kembali. Tiga kali aku menolak tawaran mereka […]

Read more "Chapter 25"

Chapter 26

Author Pov———-          Setelah mengantar Nicole ke sekolahnya, dan tentu saja memerintah Ben untuk menyapa temannya yang bernama Bryan akhirnya giliran Jasmine yang di antar Benedict ke lokasi Pemotretan di sebuah lapangan pacuan kuda, yah konsep dari kontrak yang tertulis adalah Jasmine memakai baju dari merek Ralph Lauren itu dan bermain polo.      […]

Read more "Chapter 26"

Chapter 27

      “Kau yang salah Jasmine” ucap Benedict datar melepas tubuh istrinya. Jasmine yang tadinya melamun menjadi terkejut dan prasaan terluka saat Benedict melepaskan pelukannya dan meninggalkannya begitu saja.      “Apa maksudmu?” Tanya Jasmine mengikuti langkah Benedict yang berjalan ke sebuah pohon. “Ben tunggu aku!” triak Jasmine karena Benedict berjalan dengan cepat. “Benedict!”      […]

Read more "Chapter 27"

Chapter 28

Claudia Jasmine Pove. [17+]            Setelah makan siang yang sangat memalukan itu Benedict kembali mengantarku ke lokasi semula. Namun tidak salah satu dari kami yang beranjak untuk keluar dari mobil. Aku masih ingin bersamanya meski dia  masih saja tertawa kecil saat melirikku, hatiku sangat mendidih ingin memukul kepalanya itu karena memberikan lelucon mematikan seperti tadi. […]

Read more "Chapter 28"

Chapter 29

================================     “Cepatlah Naya kita akan terlambat!”     “Ya Tuhan Jasmine! Sejak kapan kau perduli dengan pesa orang seperti ini?” keluh Naya keluar dari mobil.       “Ah aku sudah tidak sabar bertemu dengan Ben-ku Naya!”       “Ah Slut! berhentilah bersikap seperti remaja labil!” ucap Naya kesal. Aku menertawai kekesalannya, setelah aku bujuk mati-matian akhirnya dia […]

Read more "Chapter 29"

Chapter 30

sesuai permintaan kalian, ini panjang.      Author Point Of View      “Aku.. eum…. Pet..” Jasmine mencoba mengucapkan sebait kalimat untuk pernyataan Peter namun entah kenapa bibirnya terasa kelu untuk menjawab apapun itu. Ia sungguh tidak tau harus berbuat apa untuk Peter, jelas Jasmine masih sayang pria itu. Namun untuk Cinta, sedari dahulu hanya da Benedict di hatinya. […]

Read more "Chapter 30"