Chapter 26

Author Pov———-

         Setelah mengantar Nicole ke sekolahnya, dan tentu saja memerintah Ben untuk menyapa temannya yang bernama Bryan akhirnya giliran Jasmine yang di antar Benedict ke lokasi Pemotretan di sebuah lapangan pacuan kuda, yah konsep dari kontrak yang tertulis adalah Jasmine memakai baju dari merek Ralph Lauren itu dan bermain polo.   

        Dengan berat hati Jasmine meningizinkan suaminya itu pergi. Sepeninggalan Benedict, Jasmine menjadi seperti remaja labil yang terus saja tersenyum lebar ke semua crew. Hal yang amat sangat jarang dilakukannya. Dia juga melakukan tugasnya dengan sempurna.

      “Miranda, kau tau? Sepertinya ada yang gembira saat ini” tanya Aline kepada Miranda yang tengah menata rambut Cludia Jasmine. Namun matanya menunjuk Jasmine

     “Ah Benarkah?” sambut Miranda terkekeh pura-pura tidak tahu.

     “He’em, seperti remaja yang sedang jatuh cinta” bisik Aline pura-pura rahasia

     “Diamlah Aline!” perintah Jasmine tanpa mampu meredahkan senyumnya.

    “Haha kau sangat menggelikan!  Aku sudah sangat lama mengenalmu Jasmine, kau berbeda saat ini. Jadi, apa kau sekarang telah jatuh cinta dengan suamimu itu huh?”

Jasmine hanya mengedipkan mata genit ke sahabatnya, membuat Aline dan Miranda tertawa. “Haha sialan kau Mine, Aku tidak menyangka akan secepat itu kau mencintainya! Ah ya Mine, aku selalu lupa menanyakan satu hal kepadamu” ucap Aline terhenti

     “Apa itu?” tanya Jasmine tampa melihat ke si manager

     “Apa kau mengingat kalau Benedict itu teman sekolah kita dulu? Apa Kau mengenalnya?” selidik Aline ingin tahu. Aktifitas Jasmine yang sedari tadi memainkan smartphonenya terhenti seketika.

     “Yah, aku tidak menyalahkanmu jika kau tidak mengenal dia, dimana kau dikenal sebagai Queen Bee dan dia em… aneh” tambah Aline mengingat masa kecilnya.

     “Jika kau? Apa Kau mengenalnya?” tanya Jasmine menutupi pura-pura tidak tertarik.

      “Aku? Ah entahlah bagiku dia aneh. Sulit di dekati tapi  tidak pernah mengusir Princess Victoria jika Princess itu selalu saja mengikuti pantatnya kemanpun ia pergi”

      “Kau benar” ucap Jasmine lirih mengingat hal itu dengan jelas.

Aline heran dengan ekspresi dan suara Jasmine yang begitu  lirih.   “Apa kau cemburu? Haha itu masa lalunya Jasmine. Astaga bahkan saat itu kau tidak mengenalnya bukan?”

        “Ya tentu saja aku tidak! Aku ratu sekolah dan dia orang aneh, tidak ada satupun penghubung antara aku dengannya bukan?” sakit hatinya kembali menguap mengingat  hubungan Benedict dan putri bangsawan tersebut. Dulu semasa sekolah Jasmine sangat cemburu mengetahui Benedict memiliki hubungan dengan Princess Victoria penerus kerajaan Ingris itu.

        “Hei Kenapa ucapanmu sangat tajam seperti itu? kau tau  dia dikatakan aneh karena tidak mau berteman dengan siapapun,  kalau masalah ketampanan dia mengalahkan Ramon Daniel yang dikenal pria terpopuler di sekolah kita.”

       “Lupakanlah, kau membuat moodku buruk!” pintah Jasmine mengusap pelipisnya, ia benci, ia tidak suka jika teringat masa-masa itu

       “Tapi benar juga, saat itu kau pacaran dengan Liam, dan kalian menjadi terkenal dengan julukan ‘The Hottest Couples ‘ mana mungkin mengenal anak-anak aneh disekolah”     

     “Aku juga tidak percaya kenapa aku bisa mengenalmu. Kau selalu di bully semua orang bukan! Tidak bisakah kau diam Aline?! Kau membuat aku muak mengingat semua itu!!” Bentak Jasmine kesal. Dia berdiri dan meninggalkan Aline, Miranda dan dua orang lainnya yang tidak mengerti kenapa Jasmine menjadi semarah itu.

    Jasmine melangkahkan kakinya dengann kesal. Ia butuh sendirian saat ini.  Ia berjalan dengan cepat hingga tidak sengaja menabrak seseorang. Dan Jasmine jatuh di atas tubuh pria itu.

     “Damnit, watch where you’re walking!!” Bentak Jasmine mengeluarkan emosinya, ia bangkit dan membersikan tubuhnya seakan-akan sangat kotor karena jatuh di tubuh pria itu.

     “Me? You’re the one who bumped into me. Not the way around miss!” bentak pria itu tidak kalah keras. Ia berdiri dan membersihkan tubuhnya yang tampak terkena debu. kemudian melirik untuk pertama kalinya pada orang asing dan sangat sombong yang telah menabraknya.

 “Oh my God!” ucap pria itu dalam hati takjub. Ia   merasa hatinya akan  meloncat keluar karena melihat gadis di hadapannya. Gadis ini cantik, terlalu seksi dan terlalu panas untuk seorang manusia biasa!

    Jasmine menatap pria itu dengan heran karena pria itu terpaku menatapnya. “Me? Bumping into you? You must be hallucinating. It was you who bumped into me. You could have at least some morals and apologize!”

      Pria itu benar-benar berusaha keras untuk fokus pada apa yang Jasmine katakan, tapi, dia terlalu sibuk memuja fisik gadis itu. Dari rambut yang lembut. Bola mata yang hitam yang tampak indah menghipnotisnya, bibir penuh merah jambu yang ingin ia cicipi. Matanya turun ke dada dan tubuh Jasmine, mulutnya mulai berair melihat tubuh gadis yang dihadapannya. Ia tidak percaya gadis itu di ciptakan dengan sempurna. Dia benar-benar definisi nyata seorang bidadari!

    “Aku kira kita telah menemukan siapa yang salah. Kau terlalu sibuk hidup di dunia mu sendiri, Kau melamun sambil berjalan hingga menabraku!” ucap Jasmine sakartis.

   Dengan cepat pria itu menarik penilaiannya tadi. Melihat sikap gadis yang ada di hadapannya  itu membuat ia  lupa tentang semua hotness dan keseksian Jasmine tadi. Namun ada bagian dirinya yang tertarik dengan gadis yang di hadapannya.

    “Yah maafkan aku jika aku tidak sengaja menabrak gadis aneh dan egois yang  tidak bisa mengakui kesalahannya dan tidak berhenti menyalahkan orang lain untuk kesalahannya!” balas pria itu dengan nada tajam

      “Aku tidak percaya ini.” ucap Jasmine berdecak. “Apakah kau sudah gila? Aku tidak seperti yang kau katakan, satu-satunya orang yang melakukan itu adalah orang-orang yang tidak  ada martabat seperti ANDA!” Desis Jasmine dingin.

     Pria itu melotot marah ke gadis yang tidak terkalahkan tersebut. Rahangnya mengeras menahan emosi. Egonya terinjak, pertama kali menemukan gadis yang berani melawannya. Ia menarik tubuh Jasmine kepelukannya dengan kasar, membuat Jasmine tekejut dan terbanting ke pelukan pria itu.

     “Kau membuat aku bergairah melihat bibirmu yang cantik itu mengucapkan kata-kata tajam itu sayang” ucap Pria itu berbisik ke telinga Jasmine. Membuat Jasmine merinding.

 Jasmine memutar mata kesal. Emosi Jasmine sungguh akut, pria itu salah mengajak gadis seperti Jasmine bermain-main. Ia  menunduk sedikit kemudian meloncat kuat saat yakin kepalanya akan menabrak wajah pria itu dengan sempurna. Benar saja pria itu terlempar kebelakang dengan memegangi hidungnya, melengguh kesakitan.

         Para crew dan Aline yang sedari tadi hanya menontoni dua orang tersebut dengan waswas berganti tertawa lepas menonton kelakuan konyol supermodel tersebut.

         “Jangan pernah menyentuhku brengsek!!” ucap Jasmine menendang kaki pria itu. “Uh! Menjijikan!!” Jasmine membersihkan tubuhnya dengan jijik seakan-akan ada binatang berlendir menyentuhnya.

         Pria itu kembali berdiri telah berhasil menahan rasa sakit di hidungnya. “Kau sangat liar seperti kuda kuda itu ya. Sangat seksi” puji pria itu terkekeh dingin menghalang langkah Jasmine yang hendak meninggalkannya begitu saja.

    “Menyingkir dari jalanku!” ucap Jasmine memberi peringatan

   “Aku belum selesai bermain-main denganmu sayang” ucap pria itu tersenyum licik. Jasmine mendengus kesal. Ia paling malas berhadapan dengan pria seperti di hadapannya saat ini. Pria itu memang tampan, terkesan dingin dan penuh kekuasaan seakan-akan dunia ada di telapak tangannya.

      Yeah typekal pria pujaan banyak wanita, mungkin jika adegan tadi terjadi dengan gadis lain maka gadis itu akan mematung atau lemas tidak tahan dengan pesona pria dingin plus tampan seperti itu. Tapi tidak dengannya. Jasmine akan merasa tolol jika terpenosa ketika di lecehkan seorang pria. Bagaimanapun pria itu!

         Claudia Jasmine sedari kecil telah hidup di lingkungan seperti itu, hidup di puncak kekuasaan membuat dia selalu kenal bahkan muak dengan pria yang bersikap dingin, acuh terhadap siapapun, sombong dan penuh dengan kuasa dan sok misterius.

“Demi tuhan ini ciri khas Kakek, Daddy, James dan Sergio! Pria sampah baginya. (“tidak dengan ayah dan kakekku”)  ralat jasmine dalam hati. Terlalu banyak mengenal pria dewasa seperti itu dari kecil membuat Jasmine ingin muntah.

      “Apa kau sedang terpesona denganku setelah melihat wajahku secara benar saat ini?” tanya pria itu tersenyum remeh. Jasmine tersenyum geli mendengar ucapan pria itu.

    Pria itu kembali terpaku melihat senyum Jasmine yang pertama kali ia lihat. “Kau sangat cantik dengan senyum itu” ucap pria itu tulus.

     “Whatever” ucap Jasmine malas, ia melangkah meninggalkan pria itu namun langkahnya kembali terhalang.

    “Aku putuskan aku menginginkanmu”

    “Ugh. Menyingkirlah bodoh” Jasmine mengabaikan pria itu. “Jangan sampai para bodyguard ku menandangmu ke jurang!”

    “Aku bilang aku menginginkanmu!! Kau harus menjadi milikku. Aku tidak suka di tolak” ucap pria itu kembali hendak menarik tubuh Jasmine namun gadis itu mundur.

     “Dasar menyebalkan” guman Jasmine kesal. Pria itu malah terkekeh senang karena gadis itu merasa terganggu karenanya.

    “Jadilah milikku” perintah  pria itu tenang

    “Kau terlalu percaya diri tuan” ucap Jasmine memandang remeh. “Aku sangat tidak tertarik denganmu dan sekedar untuk kau ketahui saja, aku telah menikah” Jasmine memainkan cincin yang ada di jari manisnya. Cincin yang baru hari ini ia kenakan setelah pernikahannya dengan suaminya.

      Pria itu tak gentar, ia menatap sekilas cincin itu, “Akan ku pastikan kau akan bahagia bersamaku. Aku punya kekuasaan yang besar yang akan membuat suamimu itu tunduk dan mengikuti mauku segara” ucap pria itu masih percaya diri penuh. Pria itu gembira  melihat perubaan wajah gadis yang di hadapinya seperti antusias kali ini.

      “Oh ya? Wow. Sangat hebat” puji Jasmine mengangguk-nganggukkan kepalanya “Tapi tidak setelah kau tau siapa suamiku”

     “Sebutkan siapa nama suamimu, akan ku urus agar dia cepat menuju neraka” pria itu memberikan senyum mematikannya.

      “Aku pria itu” Benedict mengucapkan dengan nada datar dan tenang

Jasmine hampir saja menjerit senang melihat Benedict yang entah kapan berdiri di belakang pria itu.

       Alis pria itu berkerut nyata saat melihat ekspresi gadis yang ada di hadapannya. Ekspresi baru yang ia lihat lagi dari gadis itu. sangat ceria seperti remaja melihat kekasihnya. Matanya mengikuti Jasmine yang berjalan menghampiri suaminya.

Jasmine Memeluk satu lengan Benedict dan mencium pipi suaminya dengan sayang. Dia mencium bukan untuk memamerkan ke pria itu namun ia mencium memang membutuhkan ciuman itu untuk dirinya sendiri.

       “Ada urusan apa kau dengannya?” Tanya Benedict melepas pelukan jasmine di lengannya, menggangtikan ia yang memeluk tubuh istrinya dengan posesif

   Jasmine tersipu malu menerima sikap poseif Benedict untuk pertama kali terhadapnya. “Tidak, dia hanya sampah yang menganggu sedari tadi” jawab Jasmine datar  tanpa melepas tatapannya dari mata biru itu. Mendengar itu Benedict tersenyum tipis. Ia melepas tatapan dari istrinya dan menoleh ke pria yang sedari tadi menganggu istrinya sedari tadi.

         “Apa istriku telah berbuat satu kesalahan kepada anda?” tanya Benedict tenang, satu tangannya di saku. Mentap pria yang menganggu istrinya dengan tatapan luar biasa datar. membuat pria itu merasa terintimidasi karena dia mengenal siapa Benedict.

         “Ah Anda Russel Heard bukan? Kenalkan Adward Kors” Sapa pria itu mengulurkan tangan dengan tingkat kesopan tinggi

Benedict menatap datar  tangan yang terulur tersebut tampa menyambutnya. “Ya” Jawabnya singkat

Jasmine menyeringai sinis melihat perubahan drastis pria yang bernama Michael itu. “kemana sikapmu yang sok berkuasa tadi? lihatlah kau seperti anjing yang bertemu harimau” ejek Jasmine sakartis.

     Pria itu tersenyum kaku. Rahangnya terkatup sempurna menahan emosi. ”Sanggupkah kau menyingkirkan pria tampan yang memelukku ini huh?” tambahnya dengan seringai jijik.

 Benedict  tersenyum tipis menatap istrinya. “Menyingkirlah”  Usir Benedict tanpa menatap wajah Adward Kors.

   “Maafkan jika boleh saya inngin–”

    “Apa kau mengenalnya?” Tanya Jasmine ke Benedict tampa peduli memotong ucapan pria yang ingin mengucapkan sesuatu itu

     “Seperti yang kau bilang” Jawab benedict singkat, kemudian ia kembali menoleh ke pria yang bernama Michael. Menatap pria itu dari bawah hingga atas dengan sorotan mata datar.  

“Hanya sampah”  tambah Benedict  tanpa ekspresi menatap langsung ke mata Adward. Pria yang bernama Adward itu kini terdiam bisu.

       Jasmine-pun ikut terdiam, seharusnya ia tertawa senang karena pria brengsek tadi yang mengatakan memiliki kekuasaan penuh itu justru di kuasai oleh suaminya dengan seketika. Jasmine tau, jika pria itu adalah bagian dari kaum sosialita elit maka pria itu pasti mengenal seorang Russel Heard dan memang tidak heran jika pria itu tidak berkutik.

        Tapi yang membuat dia tidak percaya karena Benedict sanggup mengucapkan kata sakartis itu dengan Tanpa ekspresi sama sekali. Pertama kali baginya melihat sikap sinis pria yang ia cintia itu.

Pria yang tadi pagi menangis karena tersentuh dengan sikap adiknya dapat berubah 100 derajat menjadi pria mengerikan saat ini membuat Jasmine merinding.  “Apa Benedict memiliki sisi lain yang aku tidak ketahui? Apa karena itu banyak orang sukses takut dengannya? Dia sungguh membuat aku terkejut hari ini” batin Jasmine heran

Vote–

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *