Chapter 2

2.Traitor

          Author Pov     

 Di sebuah club malam Claudia Jasmine tampak mulai mabuk. Penampilannya tetap cantik meski sedari tadi dia mengacak rambutnya yang panjang dengan frustasi.

      Dia memang tidak lagi sedih lantaran peter meninggalkannya. Dia tau hanya tubuh peter yang menjauh darinya, hati pria itu masih miliknya. Yang membuat Jasmine frustasi adalah sikap kakek dan kluarganya.

     Jasmine merasa dijual, dengan terang terangan kakenya mengultimatum ayah, ibu, kakak dan adik Jasmine untuk meninggalkan rumahnya, mereka harus mencari kehidupannya sendiri.

          Kakek tua itu tidak perduli jika keturunanya akan hidup melarat. Hanya Jasmine yang memiliki apartemen hasil jerih payahnya sendiri. Ia membeli apartemen dengan luas USD50 juta yang berlokasi di lantai 71 Time Warner Center di New York City.

     Kakaknya James adalah penjahat kelamin, setiap wanita yang dia kenal pasti dia setubuhi. Bahkan Jasmine yakin jika James melihat ayam pun akan dia setubuhi jika tidak ada wanita tempat pelampiasan nafsunya lagi.

Kakeknya tidak sudi jika James bersikap keterlaluan dengan hartanya. Ia hanya memperkerjakan James menjadi GM di salah satu hotelnya. Meskipun hanya jabatan general manager, tetap saja banyak wanita dengan suka rela memberikan tubuhnya untuk di nikmati James karena pria itu adalah cucu pertama dari Anthony Ecclestone.

     Ayah dan ibunya tidak pernah akur. Pernikahan mereka sejak awal di atur untuk memperkuat dan memperbanyak jaringan bisnis orang tua mereka. Jasmine tau ayahnya tidak berbeda dari James. Penjahat kelamin, pemabuk, penjudi dan ibunya mungkin seperti itu juga, namun Jasmine berusaha untuk berpikiran baik tentang ibunya

      Ibunya terlalu sibuk sama hobinya membeli barang barang bermerek, keliling dunia dengan asistennya Alex, yang Jasmine yakini Alex itu salah satu dari “pria muda” ibunya. 

Sedangkan adik Jasmine, dia bernama Luke anak laki-laki yang sedang dalam tahap puber obsesinya menjadi populer, gonta ganti mobil sport seharga miliyaran rupiah untuk di pamerin ke teman temannya.

      Prilaku ayah dan ibunya yang bebas seperti para remaja yang berfoya foya menghabiskan uang orang tua mereka. Tetapi tampak dari luar mereka seperti keluarga bahagia.

      Itu yang membuat Claudia Jasmine tidak ingin menjalani nasib yang sama dengan orang tuanya. Menaghabiskan hidup dengan pernikahan yang konyol tanpa cinta. Dahulu Jasmine tidak pernah percaya dengan namanya cinta. Cinta itu hanya omong kosong baginya. Sepanjang hidupnya, Claudia Jasmine hanya pernah berpacaran dengan Peter.

         Ketika hubungannya dengan kekasihnya Peter Derulo mulai tercium publik, ada banyak pria yang kecewa dan tidak mengerti dengan jalan pemikirannya. Ketika banyak pria tampan dan muda, seksi dan CEO kaya raya mendekatinya, ia selalu menolak dengan caranya. 

Kini ia justru berpacaran dengan pria yang… yang sangat tidak masuk dalam kategori pria idaman para wanita. Pria itu penuh tatoo, kotor dan bau. Rambutnya panjang dan bukan dari kalangan elite. Meski ia terkenal dengan profesinya sebagai seorang Dj yang keren tetap saja pria itu sangat bertolak belakang dengan banyak pria yang mendekatinya selama ini.

     Tapi kini setelah hubungan itu berjalan selama tiga tahun, kakeknya yang kejam mulai mengusik ketenangannya. Pria tua itu mengaharapkan Claudia Jasmine meninggalkan pria penuh tatto itu dan menikah. Idea Idiot As Hell. Dia terancam akan menjalani kehidupan persis seperti orang tuanya.

                          

****

 

 Kemarin rapat keluarga dadakan,  Anthony Ecclestone mengumpulkan anak dan cucu-cucunya untuk membahas sebuah perjodohan. Dan perjodohan itu untuk Jasmine dan seorang laki-laki, cucu dari temannya. Ayah dan ibu Jasmine marah besar, mereka tidak ingin hidup anaknya sama seperti mereka, mereka tidak ingin putri mereka menikah dengan seseorang hanya karena harta.

      Mati matian ibu dan ayah Jasmine menentang dan melawan kemauan kekeknya, James pun ikut memasang badan, meneriaki kakeknya untuk tidak mengatur hidup Jasmine. Cukup hidupnya yang tidak boleh menikahi Camellia perempuan miskin yang berprofesi penjajan seks di club murahan.

    Sedangkan Luke tampak cuek memainkan gadged-nya. “Adik sialan” batin Jasmine menatap kesal. Namun ia masih mensyukuri ayah ibu dan kakaknya sedang membela kebebasannya.

     Ketika ayah ibu dan kakaknya James masih saja memberontak dengan  amarah yang memuncak, kakeknya yang tanpak tenang tidak bereaksi atas pembrontakan yang sedang terjadi.

    “Sudah?” Tanya pria tua itu datar. “Aku menjodohkannya karna aku mencintai cucuku, keluarga Heard akan menjaga dia, dia akan mendapatkan keluarga normal. Belum sempat menyelesaikan ucapannya James lanjut  meneriakinya

   “Kakek bohong!! Kakek menikahi Jasmine dengan keluarga Heard karena kakek akan bangkrut! Kakek kehilangan saham kakek 80% kan kakek menjualnya ke mereka. Kau tidak mempunyai hati!” nada tajam dan sinis James membuat ibunya terkejut dan melotot ke mertuanya itu.

    “Mau sampai kapan ayah memperalat aku dan anak anakku?!” Tiba tiba ayah Jasmine bembentak membuat seisi ruangan terdiam.  Suasana semangkin mengerikan melihat expresi ayah Jasmine, rahangnya mengeras mukanya merah menahan emosi, namun lagi lagi Anthony menatap datar muka mreka satu persatu. Jasmine merasa heran dengan expresi kakeknya itu. 

           “Aku? memperalatmu?” tanya pria itu masih datar   “Ayolah Arnold bahkan sejak pertama kali  kau menjilati kulit pelacur-pelacurmu saja kau memakai uangku.” ucap pria tua itu sakartis.

Arnold alias Ayah Jasmine kehilangan kata-kata untuk menyerang ayahnya. “Jika kau bisa memberikan kahidupan keluarga normal kepada cucuku ini aku akan melepaskan Jasmine dan…” ucap Antony menggantung, ia memperbaiki duduknya dan membalas tatapan ibu, ayah, kakak dan Jasmine bergantian

     “Untuk membiayai hidupku yang sudah tua ini, aku rasa delapan hotelku yang ada di Bali bisa membiayai kehidupanku sampai aku mati” Anthony memberikan jeda dan tersenyum melihat raut kebingungan di muka anak dan cucu-cucunya.

     “Ketimban aku stroke akibat memikirkan bagaimana tetap membangun kerajaan ini. Aku dengan suka rela melepas pikiranku  dan memulai hidup bahagia di kampung halamanku di Indonesia”  Ucap Anthony  tidak perduli. 

Kemudian ia memandang tajam ke Arnold “Kau Arnold, silahkan membiayai keluargamu itu, aku tidak akan memperalat yang seperti kau katakan” tambahnya mengultimatum anak manjanya. Merasa menang membuat anaknya terdiam, kini lemparan selanjutnya ke James. Cucu laki-lakinya pertama.

   “James, kau bebas menikahi pelacurmu”  Anthony tersenyum sinis “Yah, jika dia mau menerimamu yang miskin Jems. Jika tidak ikut campur dengan urusanku satu ini, akan ku bawa pelacurmu ke kerajaan ini” Ucap Anthony dengan pandangan merendahkan. Ucapan itu benar benar melecehkan James. Namun secara tidak terduga expresi James tampak ceria dan tidak tersinggung sedikitpun dengan pelecehan tersebut.

“Dasar brengsek! pasti dia dengan senang hati menerima tawaran kakek. Kakek memang pintar membuat James menurut demi pelacurnya! Hah, kemana sikap Hero-nya tadi?! Terkutukah kau James!!”  Guman Jasmine merutuki penghianatan kakaknya 

       “Dan kamu”  pria tua itu memandang ibunya Jasmine. Sepertinya giliran ibunya yang akan menerima ultimatum. Namun tidak ada tatapan sinis ataupun merendahkan. Dengan lembut dan nada tenang memberikan ultimatum ke menantunya “Jika kamu bisa memberikan kehidupan normal kepada cucu-cucuku” Anthony memberikan penekanan di kata normal. 

Keluarga Normal yang berarti ibunya harus rujuk ke ayahnya bukan sekedar suami istri di atas kertas tapi juga di kehidupannya ranjangnya. Dan meninggalkan pria idamannya yang panas itu. Dengan tingkah ibu dan ayahnya seperti kucing dan anjing tentu saja ibuya pasti tidak sudi menjalani pernikahan normal.

“Jika kau benar bisa memberikan kehidupan normal pada keluarga kalian, aku akan dengan senang hati melanjutkan menghidupi kamu dan keluarga mu ini” ucap kakeknya dengan amat sangat lembut. Namun itu pertanda buruk untuk Jasmine.

       Terbukti dengan cepat ibunya mendekati Jasmine dan mengatakan tidak buruk jika mau menerima perjodohan itu. DAMN IT!! Keluarganya menghianatinya, ibunya tentu saja mengerti maksud kakeknya itu mengucapkan kata penekanan di kata normal.

            Kakeknya mengultimatum Jasmine, jika dia mencintai keluarganya ini dia harus rela di “jual” demi kepetingan bisnis dan kehidupan seluruh keluarga tetap berjalan normal. Tanpa harus kekurangan sedikitpun, tanpa ada masalah keuangan. 

Mendengar ultimatum itu, ayah ibu dan kaknya James pun berebut memberikan petua dan rayuan agar Jasmine mau menerima perjodohan itu. “Dasar penghianat. Sial!!”  Batin Jasmine memaki kesal. “Kakek menang! Brengsek! dia benar-benar pintar membuat seluruh anggota keluarga bekerja merayunya!”

—tbc-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *