Chapter 10

10. Most Wanted Man

      Jasmine melangkah memasuki area Party dengan anggun, tidak memperdulikan kerkejutan beberapa orang yang melihatnya hadir disana. Dari parkiran tadi ia dapat mendengar dengan jelas lagu lama VANILLA Ice – yang berjudul Ice Ice Baby terpasang sangat kencang.

      Jasmine langsung menuju ke acara Party yang telah disebutkan rekan modelnya Paris saat dia sedang pemotretan tadi, Paris terkenal ratu sosialitas di kalangan papan atas, sudah pasti para kalangan atas jugalah yang menghadiri privat party itu. Sesuai perintah, Jasmine memakai baju casual untuk datang ke party tersebut.

      Party itu di adakan di hotel tepat diatas tebing tinggi yang dibawahnya langsung ada hamparan laut besar yang biru. Terlihat orang-orang borju telah berada di area Party itu, meski casual tapi ternyata ada juga yang berani memakai bikini yang sangat minim. Party itu diadakan di hotel yang sangat eksklusif. Hanya orang-orang khusus yang dapat memasuki kawasan tersebut

      Ada tempat-tempat gajebo yang di atur begitu apik untuk para tamu duduk. Ada juga langsung sofa empuk dan penuh artistik tersusun untuk orang yang ingin berjemur langsung di bawah teriknya matahari. Jasmine mengenali beberapa orang teman dekatnya ikut hadir disana dan ada juga yang terkenal karena profesinya sebagai artis papan atas juga hadir di partty itu.

       Ada yang meminum anggur ada juga yang dance karena musik yang dibawakan Dj itu sangat mengundang untuk berjoget. Dj itu memainkan Lagu Taio Cruz yang brjudul Dynamite dengan sangat keren.

      Jasmine menoleh penasaran melihat Dj yang memainkan musiknya dengan sempurna. Tenyata Dj itu Peter Derulo. Jasmine terkejut melihat pria yang sedang menjadi Dj itu. “Peter!” triak Jasmine tak percaya. Dengan cepat Jasmine melangkahkan kakinya ingin menghampiri Peter Derulo kekasihnya dulu.

      BRRUUKK

      Tiba-tiba Jasmine tidak sengaja menabrak gadis yang seumuran dengannya

      “Ah. Sorry girl” Ucap Jasmine singkat tanpa menoleh, ia ingin cepat menghampiri Peter orang yang amat dirindukannya

      “Bitch!!” Bentak gadis itu menarik jasmine kuat ke arahnya. Jasmine terpancing emosi karena tidak suka di sentuh oleh orang asing, ia monoleh melihat gadis yang berani menyentuhnya itu dengan geram.

      “Beraninya kau menyen…….. Taylor?!” Pekik Jasmine tanpa sadar saat melihat sosok gadis yang berani menyentuhnya dengan kasar.

      “Yes I’M. Bitch!!” Bentak gadis yang bernama Taylor itu lagi. Jasmine meringis saat melihat musuh bebuyutannya itulah yang telah ia tabrak dengan tidak sengaja karena terlalu semangat ingin menghampiri Peter.

      “Maaf Taylor, aku tidak tahu itu kau, sungguh” ucap Jasmine jujur. Untuk saat ini ia sangat tidak ingin ribut dengan gadis itu.

      “Apa semudah itu?” ucap Tayor sinis.

      “Baby. Oh my god! Aku tidak percaya bisa bertemu denganmu lagi Mine” Jasmine terkejut saat tiba-tiba merasakan ada yang memeluknya dari belakang.

      “Peet” pekik Jasmine tidak percaya saat tau Peter Derulo memeluknya, ia membalikkan badannya dan memeluk Peter Derulo dengan gembira. Peter mencuim Jasmine dan Jasmine membalas ciuman pacarnya itu dengan rasa rindu yang ada di hati.

      Ia tidak percaya kekasihnya itu akan menerimanya lagi dengan senang, ia kira adegan kejar mengejar Peter Derulo di eventnya akan terjadi lagi,ternyata tidak. Pria itu menerimanya dengan gembira.

      “I miss you baby” ucap Peter di sela ciumannya

    “Me too.. Miss you  moreee baby” balas Jasmine gembira.

   Melihat dua orang yang sedang melepas rindu itupun Taylor musuh terbesar Jasmine akhirnya menyerah, meninggalkan dua orang yang seperti lupa keberadaanya itu dengan sedikit kesal.

      Saat ia berbalik ia melihat di kejahuan pria yang ia sangat kenal sedang melihat ke arahnya dengan pandangan tidak bisa ia artikan. Taylor tidak pernah melihat pria itu memandangnya dengan pandangan seperti itu. ia menghampiri pria yang tidak lain mantan kekasihnya itu dengan seribu prasaan berkecamuk di hatinya. Meninggalkan Jasmine dan Peter yang masih berpelukan.

         ———–

      “Apa kau baik-baik saja?” Tanya Peter melepas pelukan Jasmine.

      “Ya, sangat baik” jawab Jasmine tersenyum lebar

      “Kau kemana saja? Aku sangat susah menemuimu” tambah Jasmine lagi.

      “Aku dari florida. Maaf sayang aku meninggalkanmu, kau membuat hatiku hancur itu makanya aku berkeliling dunia berharap dapat melupakanmu”

      “Tidak, aku yang bersalah. aku yang meninggalkanmu” ucap Jasmine sedih “aku senang kau masih mau menerimaku” ucap Jasmine senang.

      “Aku meridukanmu Mine, aku tidak peduli jika kau telah menikah. Aku tau hatimu masih milikku” ucap Peter yakin langsung memeluk kekasihnya itu dengan sayang. Jasmine merasa tertengun menyadari statusnya yang telah menikah

      ia berstatus istri Russel Heard Benedict.

.

             *********

      “Hei girls itu pria Taylor kan? Yatuhan dia semangkin terlihat sangat Hot” ucap gadis yang bernama Jessie. Ke teman-temannya yang sedang duduk bersama di tengah party

      “Mana?” Tanya tiga gadis itu serempak, Jessie menunjuk ke pria yang sedang tampak berbincang bersama pria-pria tak kalah seksi dan terkenal dengannya.”Sial, disana ada 6 orang pria seksi, yang mana maksudmu?” Tanya Tifany ke Jessie

      “Haha, ayo silahkan tebak. Dia sangat seksi dan tampan, kalau selera kalian bagus maka tebakan kalian benar” tantang Jessie ke teman-temannya. Tifanny dan gadis lainnya jadi ikut bersemangat menebak.

      “Apa pria yang yang memakasi celana hitam pendek selutut dan memakasi baju kaus berkera V berarna Oranges itu?” tanya Tifany

      “Dan memakai kacamata hitam dan sepatu sport putih dan memegang botol vodka mix max itu? tambah dua gadis lainnya serempak.

      “That’s exactly right Girls! Kalian punya selera yang bagus sepertiku haha” ucap Jessie bangga. Serempak tiga gadis itu mengagumi pria yang terkenal seksi itu ternyata benar-benar tampan.

       **********

      Di sisi lainnya tampak segerombolan gadis-gadis plastik juga membuat pria itu menjadi objek obrolan mereka.

      “Yang mana sih?” Tanya Gabriella gadis yang tampak sangat seksi dan glamour di grombolan gadis-gadis itu

      “Itu, di samping segio memakai celana pendek hitam” jawab gadis yang tidak kalah seksi di antaranya

      “Pria seksi yang sedang memandang ke laut lepas itu?” tanya Gabriella lagi

      “Iya slut, itu pria itu, dia sahabatnya sergio” Jawab gadis itu lagi

      “Ah sudalah guys lupakan pria itu, jika kalian tidak ingin masuk ke biarawati setelah mengenalnya” serempak 4 gadis itu tertawa mendengar gadis yang bernama Emili putri presiden amerika  itu itu cuek

      “Apa maksudmu?” Tanya Gabriella, Emili menghembuskan nafas malas mendengar perkataan Gabriella.

      “Emili, aku tidak peduli dia milik siapa yang pasti aku sedang ingin mengisi memorryku terpenuhi oleh pria tampan itu” ucap salah satu gadis di antara mereka

      “Me too! Memory otakku butuh merekam dia untuk stok di pikiranku yang telah menipis. Memikirkannya saja sudah cukup bagiku” Tambah gadis lainnya

      “Apa yang kalian bicarakan?” Tanya gadis yang bernama Gabriella heran. tapi tidak ada yang memperdulikan pertanyaanya.

      “Hei Emi. Kau yang bilang jika kami tidak ingin masuk ke biarawati setelah mengenalnya. ” Gabriella menuntut penjelasan dari Emili

      “Aaah.. kau ini sungguh mengganggu!. Dia pria ah seperti yang kau lihat, dia sangat Hot dan tampan belum lagi dia sangat kaya, tidak bukan karena keluarganya, dia mendirikan prusahaan banyak dengan tanganya sendiri. Tidak seperti pria-priamu yang mewarisi harta keturunan dari keluarganya. Ada banyak wanita plastik yang tergoda ingin menjadi gadisnya tapi kau tau?” Tanya Eimili memberintikan ucapannya.melihat Gabriella hanya menggelengkan kepalanya Emilli melanjutkan ucapannya

      “Para gadis plastik itu mundur dengan teratur karena sangat segan setelah melihat langsung ketulusan pria itu. Dia pria yang sangat baik dan sopan, dia sangat sangat menghargai wanita. Meski dia sangat tampan dan hot tapi tetap saja mana ada setan yang tahan terus menerus menggoda seorang malaikat? Yang ada setan itu akan tobat dan pergi ke surga haha” gadis-gadis itu membenarkan dan ikut tertawa

      “Dia sangat cocok menjadi seorang pastur. kau tau, ada banyak gadis yang lebih memilih memandanginya saja dari kejahuan dari pada menjadi gadisnya, bukan karena tidak suka karena dia begitu sopan dan baik, mana ada wanita yang tidak tertarik dengan pria sopan, baik dan kaya apa lagi tampan seperti dia, tapi banyak wanita yang tahu diri untuk tidak menjadi gadisnya. tidak ada yang ingin menyakiti pria sebaik dia” ucap Emili lagi.

            *********

      Kembali ke Jasmine. Setelah melepas rindu ke Peter beberapa saat, akhirnya Peter harus beranjak menyelesaikan tugasnya dengan baik sebagai Dj. Degan berat hati Jasmine meninggalkan Peter dan hendak ikut duduk di kumpulan temannya yang telah menunggunya sejak tadi

      “Jasmine. Apa Kau telah ikut bermain film seperti si Taylor huh? Kau sangat jarang bergabung bersama kami tau” ucap Naya teman akrab Jasmine itu dengan serius.

      “Ha, aku tidak pernah berniat menjadi pemain film baby. Aku sedang betah mengurung dirumah itu saja” Ucap Jasmine jujur, ia tertawa melihat pandangan menyelidik di antara teman-temannya itu “Haha aku tidak bohong, percayalah guys” ucap Jasmine serius. Naya hanya mendengus malas medengar ucapan Jasmine. Catrine hanya diam tidak ingin menambah ucapan Jasmine.

      “Hei Miley. Apa yang sedang kau lihat? Dari tadi kau tidak menyapaku” ucap Jasmine sedikit kesal di cuekin temannya itu. ia ikut melihat arah pandangan Miley, tapi terhalang dengan tirai kain putih yang ada di gazebo buatan untuk menghias gazebo mereka.

      “Lupakan dia, dia dari tadi tidak lepas melihat ke arah pria hot yang memandang ke laut lepas itu” ucap Naya malas.

      “Pria itu tidak memperdulikan teman-temannya yang sedang asik mengobrol, sedari tadi pria itu memandang ke laut lepas, aku ingin mengetahui apa yang ada di pikirannya saat ini. apa dia mendapat sesuatu melihat laut biru itu?” tanya Miley dalam lamunanya

      Jasmine semangkin penasaran akan pria yang membuat sang Miley dapat terpesona seperti itu, ia memanjangkan lehernya ingin meliaht pria yang disebut Miley itu, tapi lagi-lagi tertutupi oleh gadis dan laki-laki yang sedang berciuman, Jasmine hanya dapat melihat baju pria itu berwarna orange  “Arrght.. Lupakan, seseorang beri tau aku siapa yang membuat Miley menjadi seperti ini?” tanya Jasmine frustasi.

      “Russel siapa lagi” ucap Lauda salah satu gadis yang ada di antara mereka.

      “Ha.? Ru…….-“

      “Ruessel Heard Benedit” jawab Naya memotong ucapan Jasmine.

      Mendengar nama itu Jasmine seperti tercekat, ia melirik ke arah Catrine tapi Catrine hanya memutar matanya malas saat nama orang yang di bencinya akhirnya disebut.

      Jasmine mengatur tubuhnya agak canggung. Tanpa melihat pria yang memakai baju berwarna orange itu ia tau bahwa suaminyalah yang telah di tatap oleh Miley. Ia takut membayangkan apa reaksi temen-temannya jika tau kalau Jasmine telah resmi menjadi istri Pria yang selalu menjadi bahan obrolan gadis-gadis kalangan sosialitas atas itu. Tiba-tiba ada James kakaknya duduk di samping Catrine

      “James kau!! beraninya kau duduk di samping Cat dari pada aku?!” hardik Jasmine berang. James terkejut dan langsung tertawa senang, ia tidak menyadari kehadiran adikknya itu

“Jasmine! Ak-aku tidak tau kau hadir juga di party ini Mine” ucap James jujur ia beranjak untuk memeluk adiknya itu.

      “Kau tega, setelah menikah-” Jasmine langsung menutup mulut kakaknya itu saat tanpa sadar James akan mengatakan bahwa ia telah menikah. Ia menarik James untuk menjauh dari sahabat-sahabatnya.

      “Hei ada apa Mine?” Tanya James heran. “Aku Cuma tidak ingin teman-temanku itu tau jika aku sudah menikah” jawab Jasmine memberi pengertian ke kakaknya

      “Owh. Maafkan aku Mine. Aku merindukanmu, pulanglah sesekali” ucap James tulus memeluk adiknya “Tidak. Ayah dan ibu juga tidak memperdulikanku kan” Jawab Jasmine sedih di pelukan James

      -tbc-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *